BANDARLAMPUNG – Wakil Ketua Komisi III DPRD Lampung, Yozi Rizal, menegaskan bahwa di balik predikat fiskal kuat, kondisi keuangan daerah masih menghadapi tantangan serius berupa defisit anggaran.
Ia menjelaskan, defisit terjadi akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, termasuk dana bagi hasil dan dana alokasi khusus.
“Realnya kita defisit karena dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dan transfer dari pusat banyak yang mengalami pengurangan,” ucapnya.
Menurutnya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif lebih besar dibanding transfer pusat tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator kekuatan fiskal.
“Secara jujur harus diakui, PAD kita masih jauh dari cukup untuk menutupi belanja pegawai, belanja jasa, belanja modal, belanja pembangunan, hingga belanja hibah,” tegasnya.
Ia berharap kondisi fiskal pemerintah pusat segera membaik sehingga kewajiban kepada daerah dapat dipenuhi sesuai ketentuan.






